Antara Zat Endorphin dan Dzikir
Matapena.net - Andai para pemakai narkoba itu tau, kalo dzikir bisa buat nge-FLY, pastilah mereka akan beralih ke dzikir.
Mana ada dalam sejarah orang yang nge-FLY dalam berdzikir diciduk polisi. Yang ada mungkin tu polisi akan ikut dzikir bareng – minta diajari caranya nge-FLY dalam berdzikir.
Kalo di dalam tubuh kita ini sudah ada zat yang bisa bikin senang, yang bisa bikin bahagia.
Untuk apa lagi memasukkan zat-zat dari luar tubuh seperti narkoba ke dalam tubuh.
Zat itu bernama zat Endorphin. Endorphin diproduksi oleh tubuh kita (kelenjar pituitary).
Zat ini bertindak seperti morphine, bahkan dikatakan 200 kali lebih besar dari morphine.
Dengan endorphin perasaan kita akan lebih rileks…
Memang perintah untuk berdzikir ini, bukanlah tanpa alasan, memang dengan berdzikir ini. Bisa menghasilkan zat endorphin yang berlimpah, membuat hidup kita lebih bahagia… lebih baik… jarang sakit… dan NO GALAU ZERO STRESS
Tentu ini bukan sembarang dzikir… jika dzikirnya cuma sampe tenggorokan saja mana bisa menghasilkan zat endorphin yang berlimpah, bisa2 yang di dapat cuma capeknya saja… dan dzikirnya tak berbekas….
Dzikir itu bukan lafaz... bukan pula wiridan… dzikir itu “sambung” trus kepada ALLAH… arahkan trus KESADARAN kepada ALLAH…
Untuk bisa mengarahkan kesadaran, kuncinya dikenal “DIRI” - yang mana jasad, yang mana jiwa…
Fungsi dzikir adalah untuk menghidupkan Jiwa, selama ini dia sudah lama sekali tertidur, bangunkanlah… sadarkan dirinya…
Jiwa ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh jasad… Jiwa yang mana? Jiwa yang LURUS kepada ALLAH subhanallahu wa ta'ala
