Sang Rahmatan Lil'alamin
Matapena.net - Setiap hari, dikala fajar menyingsing dan
lingkaran-lingkaran putih di ufuk sana mulai menghalau kegelapan malam, seorang
mu’adzin bangkit serta berseru kepada setiap manusia yang masih terlelap bahwa
menunaikan shalat lebih baik daripada meneruskan tidur. Ia mengajak mereka
bersujud kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bershalawat bagi Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam.
Seruan itu disambut oleh ribuan, bahkan jutaan umat manusia
dari segenap penjuru bumi, menyemarakkannya dengan shalat dan menyambut pahala
serta rahmat Allah bersamaan dengan terbitnya hari baru. Lalu, ketika hari
beranjak siang, sang mu’adzin bangkit kembali untuk menyerukan agar manusia
menunaikan shalat zuhur, lalu shalat ashar, maghrib kemudian isya.
Setiap
shalat, mereka menyebut muhammad shalallahu ‘alahi wassalam, hamba Allah, Nabi
dan rasulnya itu, dengan penuh kerendahan hati dan syahdu. Selama dalam
rangkaian shalat 5 waktu tersebut, jantung mereka bergetar menyebut asma Allah
dan nama Rasulullah. Begitulah mereka dan akan terus begitu mereka, setelah
Allah memperlihatkan agama yang sebenar-nya ini dan melimpahkan nikmat-Nya
kepada seluruh umat manusia.
Benarlah adanya bahwa salah satu nikmat-utama diantara
nikmat- nikmat utama lainnya yang diberikan Allah Swt kepada manusia adalah
di-utusnya rasulullah saw, sebagai pembawa risalah islamiyah, sekaligus memberi
contoh dan teladan kehidupan yang benar bagi keselamatan dunia da akhirat.
Amal dan risalah islam yang diwahyukan-Nya kepada rasulullah
demikian luas dan dalam, bukan saja meliputi kehidupan umat manusia, melainkan
juga menjangkau seluruh kehidupan di jagad raya ini.
Jadi, islam telah disiapkan
oleh Allah Swt bukan hanya untuk satu zaman, melainkan juga untuk zaman
yang akan datang. Jadi, salah satu hal kita yakini, kebenaran islam akan selalu
aktual dari zaman ke zaman.
Oleh karena itu, membangun peradaban ini memang harus
didahului dengan membangun manusianya. Adapun manusia, sampai kiamat tetap
manusia. Manusia mempunyai potensi yang tidak dimiliki oleh hewan, yaitu akal
dan hati nurani. Apalah artinya teknologi modern kalau manusianya primitif.
Dengan demikian, di zaman apapun, islam tetap menjadi
solusi. Disinilah umat manusia perlu memahami tentang bagaimana indahnya islam,
bagaimana profesionalnya islam, dan betapa agung serta luhunya risalah yang
disampaikan Allah Swt kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
