Sikap Mandiri Membantu pemuda Mencintai Pekerjaannya


Matapena.net Creative - Sikap mandiri menjadi aset penting bagi kaum muda menghadapi tantangan ekonomi masa kini. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang melanda sekarang ini  menampakkan tiada ujungnya dalam beberapa waktu dekat ini.

Tantangan survival ekonomi dunia kini menunjukkan kalau bukanlah jalan terbaik bagi pemuda untuk melepaskan pekerjaan yang mereka geluti sekarang karena belum pasti adanya peluang pekerjaan lain akan yang akan datang.

Lebih mengkhawatirkan lagi jika mereka tergolong sama dalam statistik pemuda pengangguran setelah berhenti kerja nanti.

Bukanlah ingin mnakut-nakuti pemuda dengan pilihan mereka pilih, namun, jika mereka memilih untuk bekerja sendiri dalam periode krisis ekonomi saat ini, sikap mandiri masih menjadi titik balik yang penting dalam menjamin kesinambungan mata pencarian mereka.

Sebuah survei diterbitkan baru-baru ini  yang menunjukkan bahwa 26,6% remaja tidak menyukai pekerjaan mereka sekarang.

Ini menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan karena, penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang tidak menyukai pekerjaan mereka, tidak mampu untuk memberikan kinerja yang baik malah memperlambat pembangunan ekonomi.
Gambar. ITE fair 2016

Tanpa mengesampingkan faktor-faktor luar seperti kebijakan negara, pekerjaan, fasilitas yang disediakan oleh majikan kerjanya, kami ingin memfokuskan isu ini pada sudut pandang "sikap mandiri" pemuda itu sendiri.

Hal ini karena, manusia tidak mampu mengontrol keadaan sekelilingnya jika dia tidak mampu mengontrol kondisi dirinya terlebih dahulu. Pekerja-pekerja muda harus mengubah cara pikir dan lebih siap menghadapi tantangan globalisasi masa kini.

Sewaktu di universitas, mahasiswa harus menggunakan waktu tersebut untuk memantapkan sikap mandiri mereka.

Bahkan, sejarah pernah membuktikan bahwa, mahasiswa pernah memiliki koperasi mereka sendiri di universitas sehingga mampu mempekerjakan karyawan dan menggunakan hasil bisnis tersebut bagi kesejahteraan mahasiswa yang membutuhkan.

Ini terbukti kepada kita bahwa, pemuda yang menggunakan "waktu emas" mereka di universitas mampu menjadi pemuda yang bukan hanya "makan gaji" malah mampu memberi kehidupan dan sumber pendapatan bagi masyarakat di luar kampus mereka.

Sangat mengkhawatirkan jika fenomena tidak mencintai pekerjaan ini berlanjut karena tidak hanya akan memperlambat ekonomi negara malah akan menyebabkan menurunnya tingkat inovasi karyawan disebabkan pemuda hanya bekerja untuk mendapatkan gaji semata dan bukan untuk berbakti kepada negara.

Membenci pekerjaan bukanlah pilihan terbaik di zaman krisis ekonomi sekarang.

Mahasiswa pada masa duduk di bangku perkuliahan. perlulah menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan ekonomi ini dengan kegiatan ataupun asosiasi yang mampu memantapkan sikap mandiri mahasiswa.

Selanjutnya membuat mereka menjadi pemuda yang teguh menghadapi tantangan globalisasi ekonomi, dan akhirnya akan menjadi pemuda yang bekerja dengan penuh dedikasi dalam apasaja bidang yang di kerjakannya demi untuk cinta kepada bangsa

Comments

Popular Posts

Taman Nasional Gunung Leuser

Ocobot : 9 TIPS ON HOW TO NATURALLY BODY SLIMMING QUICKLY AND EASILY

Plex Advances Cord-Cutting Case With Live OTA TV 2017